LAMPUNG UTARA,-Membangun Ekosistem Pendidikan Indonesia yang Menghargai Murid, Guru, Pembina, Sekolah, dan Proses Pembelajaran
Oleh: Bambang Nopriadi, Pemerhati Pendidikan Indonesia
Ada sebuah paradoks yang patut menjadi bahan renungan bersama dalam perjalanan pendidikan Indonesia.
Kita ingin memiliki generasi unggul, sekolah berprestasi, guru profesional, pembelajaran berkualitas, dan sumber daya manusia yang mampu bersaing secara global.
Kita mendorong peserta didik mengikuti berbagai kompetisi. Ada OSN, olahraga, seni, penelitian, literasi, debat, kewirausahaan, dan berbagai ajang pengembangan talenta lainnya.
Ketika seorang siswa berhasil membawa pulang medali, nama sekolah harum. Ketika sebuah sekolah memenangkan kompetisi, daerah ikut bangga. Ketika prestasi mencapai tingkat nasional bahkan internasional, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bersama.
Tetapi ada satu hal yang sering luput dari perhatian:
Siapa yang bekerja di belakang prestasi tersebut.
Ada guru yang menemukan potensi seorang anak.
Ada pembina yang melatihnya.
Ada pelatih yang mendampingi.
Ada kepala sekolah yang memberikan dukungan.
Ada orang tua yang mengorbankan waktu dan tenaga.
Ada sekolah yang menyediakan fasilitas
Dan tentu saja ada seorang siswa yang berjuang keras untuk mencapai prestasi.
Karena itu, sebuah medali sesungguhnya bukan hanya milik siswa yang berdiri di podium. Medali adalah hasil kerja sebuah ekosistem pendidikan.(Jauhari)
0 Komentar