PESAWARAN, - Penumpukan sampah tidak pada tempatnya kerab kali menjadi permasalah dan tidak ada kesadaran dari masyarakat itu sendiri. Seperti halnya terjadi di wilayah Desa Teba Jawa, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran.
Penumpukan sampah terjadi di dalam pekarangan rumah, bernama Hi. Arman. Pekarangan rumahnya dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
"Ya bang, pekarangan rumah saya sepertinya menjadi pembuangan sampah oleh warga. Kejadian ini bukan yang pertama kali, tapi sudah berkali kali ini terjadi. Sedikit sekali sebagian masyarakat mempunyai kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya, apa lagi untuk menjaga kebersihan lingkungan tidak ada sama sekali,"katanya kepada media ini, Rabu 6 Mei 2026.
Dengan kejadian ini, Arman mengaku sangat kecewa dan merasa dirugikan atas tindakan sebagian orang yang seenaknya membuang sampah di halaman rumahnya.
"Oknum masyarakat itu, tidak ada rasa malu dan memikirkan dampak akibat membuang sampah sembarangan seperti sampah plastik, hingga sisa makanan,"ujarnya.
Penumpukan sampah yang berserakan itu, kata Arman, terjadi di sepanjang ruas jalan Provinsi dan itu juga tidak ada perhatian dari pemerintah setempat.
"Saya sudah berulang kali membersihkan area ini, namun tidak lama setelah bersih, sampah-sampah itu kembali muncul. Seolah-olah pekarangan saya ini adalah tempat pembuangan akhir yang resmi padahal jelas-jelas ini adalah milik pribadi," keluhannya dengan nada kesal.
Akibat penumpukan sampah tersebut, sambungnya, dampak lingkungan sekitar menjadi sangat tidak sedap dipandang mata. Selain mengganggu estetika desa, bau tidak sedap pun mulai tercium, yang tentu saja sangat mengganggu kenyamanan keluarga Arman dan masyarakat yang melintas di sekitar.
"Akibat tumpukan sampah ini berpotensi menjadi sarang nyamuk dan sumber berbagai penyakit, terutama di musim seperti sekarang,"cetusnya.
Ia berharap, kejadian ini tidak tidak perlu terulang lagi. Masyarakat lebih bijak dan disiplin dalam mengelola sampah masing-masing. Sampah sebaiknya diolah atau dibuang pada tempat yang telah disediakan.
"Saya tidak ingin harus mengambil langkah hukum atau melaporkan hal ini lebih jauh, tapi jika kesadaran tidak muncul juga, saya terpaksa akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku demi hak saya sebagai warga yang ingin hidup bersih dan sehat," tegasnya.
Arman melanjutkan, dengan kejadian ini, melalui pemerintah desa maupun Pemkab Pesawaran atau instansi terkait diharapkan dapat segera turun tangan untuk menertibkan kembali wilayah tersebut, memberikan himbauan yang lebih masif, serta memastikan tidak ada lagi lahan pribadi yang dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
"Semoga dengan adanya pemberitaan ini, masyarakat dapat lebih sadar dan mengubah perilaku buruk tersebut demi terciptanya lingkungan Desa Teba Jawa yang bersih, sehat, dan nyaman bagi semua orang,"pungkasnya. (Zainal)
0 Komentar